Redaksi -sergap.id
Jambi – Penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi sempat terganggu akibat kabut asap pekat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Jarak pandang sempat turun hingga 800 meter pada pagi tadi.
Sejumlah penerbangan mengalami penundaan, sedangkan penerbangan menuju Kerinci dibatalkan akibat cuaca buruk.
EGM Bandara Sultan Thaha Jambi, Ardon Marbun, mengatakan pihak bandara terus memantau perkembangan jarak pandang dan berkoordinasi dengan maskapai untuk menangani dampak gangguan penerbangan.
“Kami terus berkoordinasi dengan pihak maskapai dan instansi terkait untuk memastikan penanganan terhadap penumpang yang terdampak penundaan penerbangan. Kami juga melakukan pembaruan informasi jadwal keberangkatan dan kedatangan secara berkala,” kata Ardon, Senin (12/10/2026).
Berdasarkan data operasional bandara, jarak pandang pada pukul 06.00 WIB dan 07.00 WIB tercatat hanya 800 meter. Kondisi kemudian membaik menjadi 1.000 meter pada pukul 07.30 WIB dan 1.800 meter pada pukul 08.00 WIB.
Namun, jarak pandang kembali turun menjadi 1.300 meter pada pukul 09.00 WIB. Pada pukul 10.00 WIB, jarak pandang meningkat menjadi 2.700 meter, sebelum berfluktuasi hingga sore hari.
Konon……Jarak pandang tercatat 2.000 meter pada pukul 12.00 WIB, meningkat menjadi 3.300 meter pada pukul 13.00 WIB, lalu mencapai 4.000 meter pada pukul 14.00 WIB. Pada pukul 15.00 WIB, jarak pandang kembali turun menjadi 2.500 meter.
Ardon mengatakan kondisi cuaca dan jarak pandang menjadi perhatian dalam operasional penerbangan. Karena itu, pihak bandara terus berkoordinasi dengan maskapai dan instansi terkait untuk menyampaikan informasi terbaru kepada calon penumpang.
“Kami mengimbau seluruh pengguna jasa bandara agar selalu mengecek status dan jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai. Dengan begitu, penumpang bisa memperoleh informasi terbaru sebelum berangkat ke bandara,” ujarnya.
Dampak gangguan penerbangan tercatat pada rute Dabo Singkep. Pesawat Susi Air SI 7219 dari Dabo Singkep yang dijadwalkan tiba pukul 07.45 WIB baru mendarat di Bandara Sultan Thaha pada pukul 11.32 WIB. Sementara itu, penerbangan Susi Air SI 7218 tujuan Dabo Singkep yang dijadwalkan berangkat pukul 10.55 WIB baru lepas landas pada pukul 13.10 WIB.
Selain itu, penerbangan Susi Air menuju dan dari Kerinci dibatalkan akibat cuaca buruk di wilayah tersebut.
“Untuk penerbangan menuju dan dari Kerinci, pembatalan dilakukan karena cuaca buruk di wilayah Kerinci. Kami berharap kondisi segera membaik sehingga operasional penerbangan dapat kembali berjalan normal,” terang Ardon.
Di sisi lain, dua penerbangan Batik Air pada pagi hari tercatat menggunakan pesawat yang menginap di bandara atau remain overnight (RON). Batik Air ID 6807 tujuan Jakarta berangkat pukul 05.56 WIB saat jarak pandang 800 meter. Kemudian, Batik Air ID 6879 tujuan Kualanamu, Medan, berangkat pukul 07.55 WIB saat jarak pandang mencapai 1.800 meter.
Pihak bandara menyatakan terus memperbarui informasi jadwal penerbangan yang terdampak serta berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan pelayanan kepada penumpang tetap berjalan.
Pengguna jasa yang membutuhkan informasi kebandarudaraan dapat menghubungi Contact Center InJourney Airports di nomor 172. Ardon berharap kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jambi segera teratasi sehingga kualitas lingkungan membaik dan aktivitas penerbangan tidak lagi terganggu kabut asap.
“Kami berharap kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jambi segera teratasi sehingga kabut asap dapat berkurang dan aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha kembali berjalan lancar,” tutup Ardon Marbun
(Edi S/***)



